Ok teman ini adalah postingan ketiga aku, semoga kalian suka dengan postinganku ya , dan Bapak pemberi tugas pun ikut suka. Hihi ...
Tembang Sajak Kampung Adat Dukuh adalah kesenian leluhur yang sangat unik dan menarik yang ada di kampung Adat Dukuh. Kesenian ini dilakukan oleh beberapa orang yang berpakaian hitam-hitam, memakai ikat kepala bercorak batik dengan melantunkan lagu-lagu yang berisi do'a-do'a kepada Allah Swt serta pepujian kepada Nabi Muhammad SAW yang diiringi oleh dua buah alat musik yaitu dog-dog (krndang kecil) dan teubang (rebana).
Warisan kesenian ini diturunkan oleh Aki Sanurki kepada Abah Ason dan Abah Ayin lalu Abah Ason dan Abah Ayin meyerahkan/mewariskan kedapada generasi ke empat yaitu Yayan Hermawan. Seni tembang ini sering dijadikan seni untuk menghibur anak sunatan dan penikahan.
Kebudayaan Garut Selatan
Selasa, 29 November 2016
Tembang Sajak Kampung Adat dukuh
Tradisi Ngubek Lewi Cipasarangan-Garut
Hai ini postingan kedua aku sesudah Kampung Adat Dukuh. Langsung aja ya ....
Di Garut Jawa Barat tepatnya Di Desa Cikelet Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut Jawa Barat. Ada sebuah sungai yang di sebut sungai Cipasarangan, sungai ini membelah kampung Adat Dukuh dan Desa Cijambe-Cikelet.
Nah,selanjutnya tradisi ini sudah masuk kepada agenda tahunan para pemuda-pemudi di wilayah setempat, yakini Ngubek Lewi Cipasarangan. Kegiatan ini telah berlangsung dari tahun 2010 samapai sekarang. Tradisi ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin di lakukan.
Tradisi Ngubek Lewi merupakan ritual menangkap ikan dengan tangan kosong. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur warga sekitar kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan. Dan warga Cikelet menjadikan sungai Cipasarangan sebagai Icon dari daerahnya karena memang sungai yang paling stategis karena sungai ini membelah kecamatan Cikelet.
Dan pada tahun ini tepatnya bulan Juli sesudah lebaran kalau tidak salah tradisi ngubek lewi ini terasa istimewa karena kehadiran dua Bupati sekaligus yaitu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Bupati Garut Rudi Gunawan. Dan mereka juga menuangkan Air yang berasal dari 7 mata air berbeda ke Cipasarangan (Kawin Cai) sebagai bentuk penghormatan terhadap sumber air. Mata air yang di ambil yaitu dari Mata Air Dukuh,Gunung Kasur,Mata Air Cimangke,Cipaaarangam,Cikarang,Cikandang dan Ciaeundeuhan
Tujuannya untuk melestarikan agar seni dan Budaya yang berada Di Kecamatan Cikelet tidak punah. Jika kalian ingin tahu tradisi ini datang saja ke daerah Cikelet tapi tunggu sesudah lebaran. Ok !!
Rabu, 23 November 2016
Kampung Adat Dukuh
Kampung Dukuh merupakan perkampungan tradisional yang masih menganut dan mematuhi Nasihat Leluhur. Kampung Adat Dukuh ini terletak di Garut Jawa Barat tepatnya di Desa Ciroyom Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut. Desa Ciroyom ini sebuah Desa yang terletak di Garut Selatan. Di Desa Ciroyom tersebut terdapat sebuah Kampung Adat dimana Kampung Adat itu adalah Kampung Adat Dukuh.
Di Kampung Adat Dukuh terdapat 40 KK, yang aktivitas sehari-harinya tidak mengarah kepada sistem perkotaan. Kegiatan sehari-hari warga dukuh adalah berpetani lahan basah (sawah) lahan kering (huma/ladang),Mengaji,Jiarah. Dan peralatan yang di pakai oleh warga Kampung Adat Dukuh adalah berbahan bambu atau kayu. Kampung Adat Dukuh ini adalah kampung yang sangat sederhana baik dalam segi bangunan Rumah , Pakaian sampai bahasa dan prilaku tingkah pola masyarakat.
Kampung Adat Dukuh ini sering di jadikan tempat berjiarah oleh masyarakat luar (Bandung,Garut Kota,Cirebon dll) dengan maksud mendo'akan para wali,dengan harapan mendapatkan Berkah setelah mendo'akan para wali.
Setiap kegiatan berjiarah akan dipandu oleh masyarakat kampung itu sendiri.
Selain itu juga di Kampung ini tidak ada penerang bahkan pada saat malam hari hanya menggunakan cempor atau cahaya bulan. Karena mereka percaya bahwa barang-barang elektrolit (tv,laptop,hp) tersebut selain memiliki manfaat besar juga memiliki madharat (bahaya) yang besar juga bagi ketenangan dan keharmonisan Kampung Dukuh